Pulau Miang Besar dan Kecil Objek Wisata Kutai Timur

firel | firman gunajaya | blogvrman | arenainformasi | masukberita | db-bugcheat

pulau miang

Kepala Pusat Penelitian Sumber Daya Alam Universitas Mulawarman, Ir Bernaulus Saragih, M.Sc. Ph.D, menilai Pulau Miang Besar dan Miang Kecil di Kecamatan Sangkulirang sebagai salah satu Objek Wisata Kutai Timur. Hal ini karena berbagai perannya yang strategis sekaligus potensinya yang besar.

“Kawasan tersebut merupakan pertemuan arus dari Selatan ke Utara, juga dari Laut Sulawesi ke Sungai Sangkulirang. Potensi perikanan dan kelautannya sangat besar. Terlebih bila dikelola sebagai ekowisata. Kedua pulau itu merupakan Derawannya Kutim,” katanya.

Tidak semestinya Pulau Miang Besar, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur dijadikan sebagai coal terminal. Atas berbagai karakteristik ekologinya yang khas, semestinya pulau tersebut harus dilindungi dan dijadikan kawasan konservasi.

“Pulau Miang, baik Miang Kecil maupun Miang Besar, memiliki karakteristik ekologi yang khas. Kawasan tersebut merupakan pertemuan arus air laut dari Selatan menuju utara. Juga dari arah laut Sulawesi menuju Sungai Sangkulirang,”

Langkah yang harus dilakukan adalah menjadikan pulau sebagai kawasan konservasi. “Penetapan sebagai kawasan konservasi itu tidak semata tergantung tata ruang. Tetapi pada fungsinya. Penetapan sebagai kawesan konservasi perlu dilakukan,” katanya.

Bernaulus pun menilai warga bakal mengalami keterguncangan budaya (cultural shock) terkait proyek MBCT, karena mereka harus meninggalkan profesi turun temurun yang menggarap sektor perikanan dan kelautan.

“Industri batu bara itu padat modal, bukan padat karya. Apalagi hanya sebatas terminal yang berfungsi bongkar muat. Kalaupun ada penyerapan tenaga kerja, tentu yang bersifat mekanis, seperti sopir. Apalagi akan menggunakan teknologi conveyor,” katanya.

Selain itu, pulau tersebut berada di ujung Tanjung Kaliorang yang berperan penting dalam melindungi kawasan tanjung dan daratan Kutim di sekitarnya. Selain itu, tidak ada pulau lain di Kutim yang memiliki karakteristik sebagaimana kedua pulau tersebut.

“Memang ada pulau kecil lain, namun karakteristiknya tidak seperti kedua pulau tersebut. Yang lain juga tidak nampak di peta. Hanya Pulau Miang Besar dan Kecil yang memiliki karakteristik khas dibanding pulau lain di Kutim. Karena itu semestinya kedua pulau dilindungi dan dijadikan kawasan konservasi,” katanya.

Melihat kondisinya yang penting dan strategis, Bernaulus menilai tidak tepat bila pulau tersebut dijadikan coal terminal. “Dilihat dari kondisinya, tidaklah baik untuk dirambah apalagi digunakan sebagai coal terminal,” katanya.

Bila menggunakan conveyor, tentu lebih sedikit tenaga yang diserap. Bila demikian, sebagian masyarakat yang lain akan kesulitan. Mengingat kultur kolektif sebagai pegiat sektor perikanan dan kelautan sudah ditinggalkan. Karena itu, fungsi pulau harus dipertahankan.


You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply