Air Terjun Tanah Merah Makin Tak Terawat

firel | firman gunajaya | blogvrman | arenainformasi | masukberita | db-bugcheat

Air terjun Tanah Merah adalah sebuah air terjun yang terletak sekitar 14 km dari pusat kota Samarinda, tepatnya di dusun Purwosari kecamatan Samarinda Utara. Tempat ini merupakan pilihan tepat bagi wisata keluarga karena dilengkapi pendopo istirahat, tempat berteduh dengan pohon peneduh di sekitar lokasi, warung, areal parkir kendaraan yang luas, pentas terbuka dan tempat pemandian. untuk mencapai obyek wisata tersebut, dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat serta angkutan umum trayek Pasar Segiri – Sungai Siring.

airterju tanah merah

Mendengar namanya saja, sudah terbayang keindahan. Air terjun ciptaan Tuhan, mengalir dari dalam hutan, langsung terjun dari atas perbukitan. Sungguh menakjubkan, tapi itu hanya khayalan. Ya, wisata air terjun Tanah Merah di Lempake, Samarinda Utara, makin tidak terawat.

Untuk sampai lokasi itu, tidak sulit. Dari kota cukup mengikuti arah jalan poros Samarinda-Bontang. Tepat di sisi kanan jalan, berdiri sebuah pelang besar bertuliskan “Anda memasuki Kawasan Wisata Air terjun Tanah Merah Samarinda”. Nah, di situlah tempatnya, tempat wisata yang disinyalir sebagai tempat cuci mata bersama keluarga atau tempat mojok ala kawula muda.

Dari luar pelang sudah terlihat bagaimana kondisi infrastruktur jalan menuju tempat wisata itu. Aspal hancur bercampur tanah dan lumpur, sama sekali tidak mencerminkan sebuah jalan menuju tempat untuk berwisata. Tapi lebih cocok di sebut ‘gang’ menuju tempat hiburan, karena sepanjang jalan itu hanya diisi sebuah perkampungan dan persawahan yang gagal akibat banjir.

Sutarjo (48), salah seorang penjaga dan petugas kebersihan di sana yang sudah bertugas puluhan tahun ini, membenarkan mengenai buruknya infrastruktur jalan. Menurutnya pemerintah sudah berulang kali menjajikan perbaikan jalan, tapi sampai sekarang tak ada bukti yang ada tinggal janji.

“Kawasan wisata ini dibina oleh Dinas Pariwisata tingkat II, sedang pengelolaannya di serahkan pada kepala kampung. Jadi maklum saja kalau jalannya rusak, soalnya tidak pernah ditengok sama pemerintah,” ungkap Sutarjo.
Meskipun demikian, ditambahkan Sutarjo, pengunjung lokasi wisata ini tidak sedikit. Terlebih untuk akhir pekan, meskipun cuaca buruk tetap saja ada yang datang. Seperti yang terlihat Miggu siang (10/4), sejumlah pengunjung yang datang. Kira-kira ada 15 motor dan 3 buah mobil yang nangkring di sana.

“Rata-rata yang datang anak-anak remaja bersama pacarnya, paling-paling pacaran atau foto-fotoan. Kalau untuk acara mesum, wah saya ndak tahu karena belum pernah kedapatan kalau saya yang jaga,” jelasnya kepada media ini.
Jangankan untuk kenyamanan jalan, untuk menggaji para karyawan saja pengelola harus memutar uang dari pemasukan tempat wisata itu. Pemerintah tak ikut campur tangan, kalau untuk urusan yang beginian. Intinya status pembinaan saja, sedang lain-lainnya itu urusan pengelola.

“Alasannya sih karena tanah lokasi wisata ini, sebagian masih milik warga sekitar. Padahal pada tahun 1992 warga sudah bersedia diadakan penebusan tapi tak juga terealisasi, meskipun tim-tim pengurusnya sudah terbentuk,” jelas Sutarjo.
Saat masuk kedalamnya, ternyata benar yang dikatakan Sutarjo. Semua pengunjung merupakan remaja yang berpasang-pasangan, ada yang berjalan sambil bergandengan tangan, ada juga yang berinisiatif mengambil tempat di pendopo-pendopo kecil sambil mesra-mesraan.

Sedangkan yang berkeluarga hanya beberapa saja, itu pun juga sebentar. Kalau dipikir-pikir yang namanya tempat wisata ya untuk berwisataa, bukan buat tempat pacaran. Tapi tetap saja lokasi wisata air terjun Tanah Merah memang sudah terkenal sebagai tempat hiburan paling asyik buat cinta-cintaan. Bayangkan, dalam lokasi seluas itu, ada beberapa pendopo kecil yang hampir rusak dan tidak terawat. Pepohonannya sangat rimbun seperti hutan belantara, belum lagi bangunan lamin yang tak lagi kokoh tapi cocok bila dipakai tempat pacaran. Tapi yang paling lucu ada sebuah kolam yang dulunya dibuat untuk tempat berenang, kini lebih cocok dibilang kolam ikan karna berlumut.

foto by haswa


You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply