<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Objek Wisata Kaltim</title>
	<atom:link href="http://www.wisatakaltim.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wisatakaltim.com</link>
	<description>Tempat Wisata di Kaltim</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Jul 2010 04:11:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Penutupan Pesta Adat Erau Tenggarong 2010</title>
		<link>http://www.wisatakaltim.com/berita/penutupan-pesta-adat-erau-tenggarong-2010/</link>
		<comments>http://www.wisatakaltim.com/berita/penutupan-pesta-adat-erau-tenggarong-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 04:11:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kutai Kartanegara]]></category>
		<category><![CDATA[penutupan erau]]></category>
		<category><![CDATA[penutupan pesta adat erau 2010]]></category>
		<category><![CDATA[pesta adat Erau 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wisatakaltim.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura secara resmi mengakhiri pelaksanaan pesta adat Erau 2010, Senin (19/7) pagi kemarin, lewat upacara Merebahkan Ayu. Upacara adat yang berlangsung khidmat dan sederhana itu digelar di Keraton Kutai Kartanegara atau Museum Mulawarman, Tenggarong. Prosesi Merebahkan Ayu itu dilakukan oleh 4 orang kerabat Keraton dan pejabat, termasuk didalamnya adalah Staff Ahli [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kesultanan <strong>Kutai Kartanegara ing Martadipura</strong> secara resmi mengakhiri  pelaksanaan <strong>pesta adat Erau 2010</strong>, Senin (19/7) pagi kemarin, lewat  upacara Merebahkan Ayu. Upacara adat yang berlangsung khidmat dan  sederhana itu digelar di Keraton Kutai Kartanegara atau Museum  Mulawarman, Tenggarong.</p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://i472.photobucket.com/albums/rr87/borneo2009/rebahkan.jpg" alt="" width="319" height="212" /></p>
<p style="text-align: justify;">Prosesi Merebahkan Ayu itu dilakukan  oleh 4 orang kerabat Keraton dan pejabat, termasuk didalamnya adalah  Staff Ahli Gubernur Kaltim H Sulaiman Gafur yang juga mantan Pj Bupati  Kukar. Tiga orang lainnya adalah kerabat Kesultanan termasuk mantan  Sekkab Kukar Syahrial Setia.</p>
<p style="text-align: justify;">Semantara Menteri sekretaris Kesultanan HAP Gondo Prawiro bertugas  menyambut ujung/kepala Tiang Ayu. Prosesi tersebut disaksikan oleh  Sultan Kutai H Adji Mohammad Salehoeddin II bersama para kerabat  Keraton.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah Tiang Ayu rebah, dilanjutkan dengan pemberian tempong tawar  oleh pimpinan Dewa Bini Arbaenah (82) pertama-tama kepada Tiang Ayu,  Sultan Mohammad Salehoeddin II lalu Putra Mahkota serta kerabat keraton  lainnya. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan do`a selamat yang  dipimpin oleh seorang kerabat Keraton tanda rasa syukur kepada Tuhan  yann maha Esa bahwa Erau berlangsung sukses.</p>
<p style="text-align: justify;">Usai melaksanakan upacara Merebahkan Ayu, seluruh kerabat Keraton  mulai dari panitia, petugas adat, Belian dan Dewa hingga pasukan  Kesultanan, menghaturkan sembah dan menyalami Sultan Kutai bersama  ketiga putranya.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara tersebut juga dihadiri Kepala Rumah Sakit Umum AM Parikesit  Tenggarong Teguh Widodo, Kabag Humas dan Protokol Setkab KUkar Sri  Wahyuni.</p>
<p style="text-align: justify;">“Dengan dilaksanakannya Merebahkan Ayu, maka Erau Adat Keraton Kutai  Kartanegara resmi berakhir,” ujar HAP Gondo Prawiro yang juga Sekretaris  Kabupaten Kukar itu saat ditemui usai acara tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">HAPM Haryanto Bachroel yang bergelar HAP Gondo Prawiro juga bersyukur  karena pelaksanaan Erau 2010 berjalan lancar dan sukses. Ia juga  berterimakasih kepada pihak yang telah membantu dan mendukung  terselenggaranya Erau tersebut. Diantaranya kepada Pemprov Kaltim,  Pemkab Kukar, perusahaan-persusahaan, serta seluruh masyarakat Kaltim  dan Kukar khususnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua  pihak yang telah mendukung pesta adat Erau ini,” pungkasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Beras Tambak Karang berwarna-warni yang digunakan sebagai pelengkap  berbagai upacara adat sakral keraton yang dipercaya membawa berkah  menjadi sasaran rebutan para abdi kesultanan usai acara selesai.</p>
<p style="text-align: justify;">PUNCAK kemeriahan Erau Pelas 7 Benua 2010, sebagaimana Erau  sebelumnya  ditandai dengan prosesi Mengulur Naga, yang digelar Minggu  (18/7) pagi kemarin.Usai Staf Ahli Bidang  Pembangunan Gubernur Kaltim H Sulaiman Gafur menutup secara resmi Erau  2010, sepasang replika Naga siap dinaikkan ke kapal dan dibawa ke Kutai  Lama kecamatan Anggana untuk di larung.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti biasanya yang paling ditunggu-tunggu oleh semua pengunjung  dan warga Tenggarong dan sekitarnya adalah Mengulur Naga diiringi juga  dengan Belimbur atau saling siram air.</p>
<p style="text-align: justify;">Belimbur dilakukan setelah Air Tuli dari Kutai Lama tiba di  Tenggarong, lalu digelar prosesi Sultan Kutai Kartanegara Ing  Martadipura HAM Salehuddin II naik ke Rangga Titi (balai yang terbuat  dari bambu kuning). Pada prosesi ini Sultan memercikkan Air Tuli ke  dirinya sendiri lalu setelah itu dengan mayang pinang, air tuli itu di  percikkan Sultan ke orang-orang di sekelilingnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat Sultan memercikkan Air ke orang disekitarnya itulah yang menjadi  tanda bahwa Belimbur dimulai. Kontan saja hal itu disambut perang air  oleh pengunjung yang telah berada disekitar Musium maupun se Kota Raja  Tenggarong walaupun sejak pagi hujan mengguyur Tenggarong dan  sekitarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Koordinator Sakral Erau Kesultanan Kutai, Awang Imaludin  belimbur bermakna pensucian diri dari pengaruh jahat sehingga kembali  suci dan menambah semangat dalam membangun daerah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Lingkungan dan sekitarnya juga bersih dari pengaruh jahat serta  diharapkan terhindar dari hal-hal yang tak di inginkan,” ujarnya  disela-sela acara.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain warga yang tumpah ruah kejalan untuk Belimbur, Pemkab Kukar  yakni Bupati – Wakil Bupati Kukar Rita Widyasari – HM Ghufron Yusuf  beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan Kepala Dinas/instansi  dilingkungan pemkab Kukar juga turut serta belimbur di Pendopo Bupati.  Hadir juga pada saat itu  H Sulaiman Gafur yang juga mantan Pj Bupati  Kukar.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak pelak saling siram antara pejabat pun terjadi di Pendopo Kukar,  suasana ceria pun terpancar dari raut wajah mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Bupati Kukar Rita Widyasari mengatakan, Belimbur adalah salah satu  budaya asli Kutai yang unik  dan harus dilestarikan. Namun jangan sampai  mengurangi makna Belimbur yaitu pensucian, yaitu menyiram dengan cara  sewajarnya saja dan menggunakan air bersih.</p>
<p style="text-align: justify;">“Gak apa-apa semuanya basah-basahan dalam belimbur ini. Ini merupakan  budaya yang unik dan perlu dilestarikan, namun tidak boleh berlebihan,”  ujarnya saat  ditemui disela-sela sedang belimbur. (sumber tribunkaltim).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatakaltim.com/berita/penutupan-pesta-adat-erau-tenggarong-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ikan Duyung Masih Hidup di Teluk Balikpapan</title>
		<link>http://www.wisatakaltim.com/berita/ikan-duyung-masih-hidup-di-teluk-balikpapan/</link>
		<comments>http://www.wisatakaltim.com/berita/ikan-duyung-masih-hidup-di-teluk-balikpapan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 02:24:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[duyung]]></category>
		<category><![CDATA[duyung kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[ikan duyung]]></category>
		<category><![CDATA[ikan kalimantan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wisatakaltim.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak kenal putri duyung? Ia adalah legenda makhluk hidup berbadan dan berkepala wanita cantik namun memiliki kaki ikan. Legenda yang belum teruji kebenarannya hingga kini. Tetapi jika berbicara ikan duyung (dugong dugon), di Balikpapan pun kita bisa menjumpainya. DUYUNG termasuk hewan laut yang paling langka di Indonesia saat ini di antara berbagai hewan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Siapa yang tidak kenal putri duyung? Ia adalah legenda makhluk hidup  berbadan dan berkepala wanita cantik namun memiliki kaki ikan. Legenda  yang belum teruji kebenarannya hingga kini. Tetapi jika berbicara ikan  duyung (dugong dugon), di Balikpapan pun kita bisa menjumpainya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>DUYUNG </strong>termasuk hewan laut yang paling langka di Indonesia saat ini di  antara berbagai hewan langka yang harus dilindungi. Meski banyak orang  menyebut binatang ini sebagai ikan duyung, namun hewan ini bukanlah  ikan.<br />
Serupa dengan lumba-lumba, duyung termasuk hewan mamalia. Induk menyusui  anaknya. Perbedaan lainnya dengan lumba-lumba, secara anatomi, duyung  lebih mirip gajah, tidak memakan ikan karena termasuk jenis mamalia  herbivora, yang memakan rumput laut di padang lamun.</p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://www.kaltimpost.co.id/uploads/berita/dir14072010/img14072010665041.jpg" alt="duyung" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dugong mempunyai ekor yang mirip dengan sirip ekor ikan paus, serta  mempunyai bentuk kepala yang unik. Bentuk mulutnya bundar sehingga  membuat dugong mudah mencari makan dengan cara menyapu permukaan laut.  Mamalia ini termasuk dalam ordo sirenia, family dugongidae, dan genus  dugong. Selain lucu, dugong juga memiliki badan yang cukup besar seperti  kapal selam dengan panjang badan dewasa sekitar 2,5 &#8211; 3 meter dengan  berat 225 &#8211; 450 kilogram. Dugong memiliki kulit abu-abu agak kebiruan  dengan ketebalan sekitar 1 inchi dan licin.<br />
Hingga saat ini, duyung mudah ditemukan di Madagaskar dan Afrika Timur  melalui India sampai ke Australia. Tidak ada ilmuan yang dapat  memastikan jumlah duyung yang masih bertahan di Indonesia. Hanya  perkiraan antara angka 1.000 sampai 10 ribu ekor. Tapi ilmuan meyakini  jumlah ini menurun drastis beberapa tahun terakhir.<br />
Khusus di Kalimatan, diketahui ada lima lokasi ditemukannya duyung,  yakni Teluk Balikpapan, Kota Waringin, Pulau Karimata, Teluk Kumai, dan  Kepulauan Derawan. Pada tahun 1996, mamalia laut ini diumumkan telah  punah di Kalimantan. Tapi empat tahun kemudian, binatang ini kembali  ditemukan oleh Yayasan RASI (Rare Aquatic Species Indonesia) di Teluk  Balikpapan dan masih bisa dilihat sampai sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Penurunan populasi duyung disebabkan banyaknya perburuan oleh manusia  secara berlebihan untuk mendapatkan daging, dua pasang taringnya, serta  bagian lainnya yang dapat dikomersilkan. Di samping itu pencemaran laut  dan pengembangan usaha di pesisir dan daerah litoral yang menjadi sumber  makanan dugong berada. Hal ini tidak sebanding dengan perkembangbiakan  duyung yang lambat dan jumlah kelahiran yang terbatas. Fakta yang  menyebabkan semakin berkurangnya populasi dugong.<br />
Di Teluk Balikpapan, dugong pub terancam musnah. Ancaman utama akibat  hilangnya padang lamun, yang merupakan pakan utama duyung. Lamun ini  menghilang karena sedimentasi dan polusi kimia yang disebabkan munculnya  perkebunan sawit, seperti perkebunan PT Agro Indomas di Kelurahan  Pemaluan dan Sepaku (Kabupaten Penajam Paser Utara).<br />
“Perusahan ini telah menanam sawit di sepanjang pesisir, tepian sungai,  dan anak sungai. Secara hukum jelas tindakan ini ilegal, sebab mereka  menanam sawit di zona penyangga,“ ungkap Stanislav Lhota, peneliti dari  Departemen Zoologi Universitas South Bohemia Republik Cechnya yang  mengabdikan sebagian hidupnya untuk menjaga kelestarian hewan yang  terancam punah di Teluk Balikpapan.<br />
Pembukaan perkebunan sawit ini berdampak pada perubahan kondisi air di  Sungai Sepaku dan Pemaluan. Perubahan warna air dari cokelat kehijauan  menjadi kuning juga dapat dilihat dari citra satelit.<br />
Di sisi lain, perkebunan sawit dan Hutan Tanaman Industri (HTI) kayu  akasia oleh PT ITCI Hutani Manunggal di Ulu Sungai Pemaluan dan Sepaku,  juga dianggap sebagai sumber limbah herbisida yang dapat meracuni air.  Tak hanya berbahaya bagi manusia, tetapi juga bagi padang lamun yang  begitu penting bagi duyung.<br />
Sementara sumber sedimen dan polutan kimia yang juga terjadi di padang  lamun juga disebabkan pengembangan kawasan industri di sepanjang pesisir  Kariangau. Merkuri dari limbah industri tidak hanya menumpuk di ikan  yang dimakan masyarakat, tetapi juga di rumput laut yang dimakan dugong.<br />
Pembangunan dua pabrik CPO (crude palm oil) di luar Kawasan Industri  Kariangau, yakni, PT Dermaga Kencana Indonesia di kawasan lindung dan PT  Mekar Bumi Andalas di kawasan mangrove, dipastikan menyebabkan  Balikpapan tidak lagi memiliki pesisir yang sehat.<br />
Bencana semakin lebih besar, karena banyak tambang batu bara yang dibuka  di sepanjang Teluk Balikpapan, khususnya di Kabupaten PPU. Perusahaan  besar seperti PT Sing-Lurus Pratama, diketahui terletak sangat dekat  dengan habitat duyung dan merupakan sumber polutan yang sangat  signifikan.<br />
Keberadaan duyung juga terancam oleh lalu lintas kapal, pembuangan oli,  pengecatan kapal, dan pembersihan kapal ketika berada di pelabuhan.  Semua aktivitas manusia ini merupakan sumber polutan yang dapat  memusnahkan rumput laut dan menyebabkan keracunan duyung.<br />
“Kebisingan mesin kapal sangat mengganggu duyung. Ini menyebabkan mereka  mencari makanan ke daerah-daerah yang lebih jauh,“ terangnya.<br />
Bagi masyarakat Balikpapan dan sekitarnya yang ingin melihat duyung  secara langsung di habitatnya, maka direkomendasikan untuk mendatangi  kawasan Muara Sungai Tempadung. Meski kemungkinan untuk melihat mamalia  ini sangat kecil.<br />
Tetapi Stanislav menyatakan, pembangunan pabrik CPO oleh PT Dermaga  Kencana Indonesia di kawasan tersebut akan menyebabkan duyung akan  dipaksa meninggalkan sumber makanan di kawasan tersebut.<br />
“Padahal duyung ini tidak lagi memiliki sumber makanan lagi selain di  kawasan tersebut. Logikanya, pasti akan punah,“ bebernya.<br />
Tapi ancaman terbesar bagi dugong tidak hanya disebabkan faktor yang  telah diuraikan di atas. Masih ada faktor lainnya yang paling fatal,  yakni pembangunan Jembatan Pulau Balang dan jalan penghubung sepanjang  pesisir Teluk Balikpapan. Pembangunan yang diyakininya akan menyebabkan  perambahan besar-besaran dan mengakibatkan deforestasi serta degradasi  ekosistem.<br />
“Pembangunan ini akan mengancam integritas ekologi seluruh Teluk  Balikpapan, bukan hanya habitat duyung, tapi juga ekosistem lainnya yang  hidup di Teluk Balikpapan,“ ucapnya. (=== ada foto Duyung (ist) ===<br />
Teks:<br />
NYARIS MUSNAH: Keberadaan dugong di kawasan Teluk Balikpapan masih bisa  dijumpai. Namun kehidupan mereka terancam aktivitas manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Sempat Dikabarkan Musnah, Kini Kembali Ditemukan === sub<br />
Duyung Masih Hidup di Teluk Balikpapan</p>
<p style="text-align: justify;">Siapa yang tidak kenal putri duyung? Ia adalah legenda makhluk hidup  berbadan dan berkepala wanita cantik namun memiliki kaki ikan. Legenda  yang belum teruji kebenarannya hingga kini. Tetapi jika berbicara ikan  duyung (dugong dugon), di Balikpapan pun kita bisa menjumpainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Akbar Ciptanto, Samarinda</p>
<p style="text-align: justify;">DUYUNG termasuk hewan laut yang paling langka di Indonesia saat ini di  antara berbagai hewan langka yang harus dilindungi. Meski banyak orang  menyebut binatang ini sebagai ikan duyung, namun hewan ini bukanlah  ikan.<br />
Serupa dengan lumba-lumba, duyung termasuk hewan mamalia. Induk menyusui  anaknya. Perbedaan lainnya dengan lumba-lumba, secara anatomi, duyung  lebih mirip gajah, tidak memakan ikan karena termasuk jenis mamalia  herbivora, yang memakan rumput laut di padang lamun.</p>
<p style="text-align: justify;">Dugong mempunyai ekor yang mirip dengan sirip ekor ikan paus, serta  mempunyai bentuk kepala yang unik. Bentuk mulutnya bundar sehingga  membuat dugong mudah mencari makan dengan cara menyapu permukaan laut.  Mamalia ini termasuk dalam ordo sirenia, family dugongidae, dan genus  dugong. Selain lucu, dugong juga memiliki badan yang cukup besar seperti  kapal selam dengan panjang badan dewasa sekitar 2,5 &#8211; 3 meter dengan  berat 225 &#8211; 450 kilogram. Dugong memiliki kulit abu-abu agak kebiruan  dengan ketebalan sekitar 1 inchi dan licin.<br />
Hingga saat ini, duyung mudah ditemukan di Madagaskar dan Afrika Timur  melalui India sampai ke Australia. Tidak ada ilmuan yang dapat  memastikan jumlah duyung yang masih bertahan di Indonesia. Hanya  perkiraan antara angka 1.000 sampai 10 ribu ekor. Tapi ilmuan meyakini  jumlah ini menurun drastis beberapa tahun terakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Khusus di Kalimatan, diketahui ada lima lokasi ditemukannya duyung,  yakni Teluk Balikpapan, Kota Waringin, Pulau Karimata, Teluk Kumai, dan  Kepulauan Derawan. Pada tahun 1996, mamalia laut ini diumumkan telah  punah di Kalimantan. Tapi empat tahun kemudian, binatang ini kembali  ditemukan oleh Yayasan RASI (Rare Aquatic Species Indonesia) di Teluk  Balikpapan dan masih bisa dilihat sampai sekarang.<br />
Penurunan populasi duyung disebabkan banyaknya perburuan oleh manusia  secara berlebihan untuk mendapatkan daging, dua pasang taringnya, serta  bagian lainnya yang dapat dikomersilkan. Di samping itu pencemaran laut  dan pengembangan usaha di pesisir dan daerah litoral yang menjadi sumber  makanan dugong berada. Hal ini tidak sebanding dengan perkembangbiakan  duyung yang lambat dan jumlah kelahiran yang terbatas. Fakta yang  menyebabkan semakin berkurangnya populasi dugong.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Teluk Balikpapan, dugong pub terancam musnah. Ancaman utama akibat  hilangnya padang lamun, yang merupakan pakan utama duyung. Lamun ini  menghilang karena sedimentasi dan polusi kimia yang disebabkan munculnya  perkebunan sawit, seperti perkebunan PT Agro Indomas di Kelurahan  Pemaluan dan Sepaku (Kabupaten Penajam Paser Utara).<br />
“Perusahan ini telah menanam sawit di sepanjang pesisir, tepian sungai,  dan anak sungai. Secara hukum jelas tindakan ini ilegal, sebab mereka  menanam sawit di zona penyangga,“ ungkap Stanislav Lhota, peneliti dari  Departemen Zoologi Universitas South Bohemia Republik Cechnya yang  mengabdikan sebagian hidupnya untuk menjaga kelestarian hewan yang  terancam punah di Teluk Balikpapan.<br />
Pembukaan perkebunan sawit ini berdampak pada perubahan kondisi air di  Sungai Sepaku dan Pemaluan. Perubahan warna air dari cokelat kehijauan  menjadi kuning juga dapat dilihat dari citra satelit.<br />
Di sisi lain, perkebunan sawit dan Hutan Tanaman Industri (HTI) kayu  akasia oleh PT ITCI Hutani Manunggal di Ulu Sungai Pemaluan dan Sepaku,  juga dianggap sebagai sumber limbah herbisida yang dapat meracuni air.  Tak hanya berbahaya bagi manusia, tetapi juga bagi padang lamun yang  begitu penting bagi duyung.<br />
Sementara sumber sedimen dan polutan kimia yang juga terjadi di padang  lamun juga disebabkan pengembangan kawasan industri di sepanjang pesisir  Kariangau. Merkuri dari limbah industri tidak hanya menumpuk di ikan  yang dimakan masyarakat, tetapi juga di rumput laut yang dimakan dugong.<br />
Pembangunan dua pabrik CPO (crude palm oil) di luar Kawasan Industri  Kariangau, yakni, PT Dermaga Kencana Indonesia di kawasan lindung dan PT  Mekar Bumi Andalas di kawasan mangrove, dipastikan menyebabkan  Balikpapan tidak lagi memiliki pesisir yang sehat.</p>
<p style="text-align: justify;">Bencana semakin lebih besar, karena banyak tambang batu bara yang dibuka  di sepanjang Teluk Balikpapan, khususnya di Kabupaten PPU. Perusahaan  besar seperti PT Sing-Lurus Pratama, diketahui terletak sangat dekat  dengan habitat duyung dan merupakan sumber polutan yang sangat  signifikan.<br />
Keberadaan duyung juga terancam oleh lalu lintas kapal, pembuangan oli,  pengecatan kapal, dan pembersihan kapal ketika berada di pelabuhan.  Semua aktivitas manusia ini merupakan sumber polutan yang dapat  memusnahkan rumput laut dan menyebabkan keracunan duyung.<br />
“Kebisingan mesin kapal sangat mengganggu duyung. Ini menyebabkan mereka  mencari makanan ke daerah-daerah yang lebih jauh,“ terangnya.<br />
Bagi masyarakat Balikpapan dan sekitarnya yang ingin melihat duyung  secara langsung di habitatnya, maka direkomendasikan untuk mendatangi  kawasan Muara Sungai Tempadung. Meski kemungkinan untuk melihat mamalia  ini sangat kecil.<br />
Tetapi Stanislav menyatakan, pembangunan pabrik CPO oleh PT Dermaga  Kencana Indonesia di kawasan tersebut akan menyebabkan duyung akan  dipaksa meninggalkan sumber makanan di kawasan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">“Padahal duyung ini tidak lagi memiliki sumber makanan lagi selain di  kawasan tersebut. Logikanya, pasti akan punah,“ bebernya.<br />
Tapi ancaman terbesar bagi dugong tidak hanya disebabkan faktor yang  telah diuraikan di atas. Masih ada faktor lainnya yang paling fatal,  yakni pembangunan Jembatan Pulau Balang dan jalan penghubung sepanjang  pesisir Teluk Balikpapan. Pembangunan yang diyakininya akan menyebabkan  perambahan besar-besaran dan mengakibatkan deforestasi serta degradasi  ekosistem.<br />
“Pembangunan ini akan mengancam integritas ekologi seluruh Teluk  Balikpapan, bukan hanya habitat duyung, tapi juga ekosistem lainnya yang  hidup di Teluk Balikpapan,“ ucapnya. (Akbar Ciptanto)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatakaltim.com/berita/ikan-duyung-masih-hidup-di-teluk-balikpapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadwal Pesta Adat Erau Tenggarong 2010</title>
		<link>http://www.wisatakaltim.com/berita/jadwal-pesta-adat-erau-tenggarong-2010/</link>
		<comments>http://www.wisatakaltim.com/berita/jadwal-pesta-adat-erau-tenggarong-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 03:42:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kutai Kartanegara]]></category>
		<category><![CDATA[erau tenggarong]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal erau]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal kegiatan erau tenggarong]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal pesta adat erau]]></category>
		<category><![CDATA[susunan acara erau]]></category>
		<category><![CDATA[susunan acara pesta adat erau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wisatakaltim.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Koordinator Upacara Adat Sakral Erau Awang Imaludin mengatakan, Memberi makan benua adalah memberi makan kepada orang gaib yang juga mendiami wilyah Kutai Kartanegara (Kukar). Sekaligus untuk memohon kepada Tuhan yang Maha Esa agar Sultan dan kerabatnya diberikan keselamatan, demikian juga masyarakat Kukar atau orang berkunjung ke Tenggarong . “Ritual ini untuk memberi makan orang gaib [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Koordinator Upacara Adat Sakral Erau Awang Imaludin mengatakan,  Memberi makan benua adalah memberi makan kepada orang gaib yang juga  mendiami wilyah Kutai Kartanegara (Kukar). Sekaligus untuk memohon  kepada Tuhan yang Maha Esa agar Sultan dan kerabatnya diberikan  keselamatan, demikian juga masyarakat Kukar atau orang berkunjung ke  Tenggarong .</p>
<p style="text-align: justify;">“Ritual ini untuk memberi makan orang gaib yang juga tinggal di odah  etam ini, sekaligus memberitahukan kepada orang gaib tersebut bahwa Erau  akan dilaksanakan,” jelasnya disela-sela prosesi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum prosesi adat Menjamu Benua dimulai, para pelaksana upacara  adat yang terdiri dari 7 orang Belian (ahli memang atau mantra  laki-laki) dan 8 orang Dewa (ahli memang atau mantra perempuan)   terlebih dahulu menemui Sultan Kutai H Adji Mohd Salehoeddin II di rumah  kediamannya untuk meminta restu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sultan pun memberi restunya dengan menghambur beras kuning ke arah  para pelaksana upacara itu. Sultan juga menyerahkan pakaian  sehari-harinya berupa selembar baju, sepotong celana panjang dan kopiah  untuk dibawa dan disertakan dalam upacara Menjamu Benua.</p>
<p style="text-align: justify;">Ritual tersebut dilepas langsung oleh Sultan H A M Salehuddin II di  kediamannya pukul 15.00 wita, kemudian rombongan yang terdiri atas  beberapa Belian dan Dewa ( diiringi tetebuhan alat music tradisional  dengan mengendari mobil Pick Up dan sebuah Mini Bus bergerak ke Kepala  Benua (desa tanah habang, Mangkurawang), kemudian ke Tengah Benua  (Pelabuhan Depan Museum Mulawarman) dan terakhir ke Buntut Benua  (sebelah hilir Jembatan Kartanegara) untuk melakukan prosesi Menjamu  Benua ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tiga benua tersebut disediakan tempat / balai terbuat dari bambu  dan rangkaian janur kuning untuk menaruh sesajian diantaranya berupa  ayam,ketan, telur dan lainnya, kemudian para Belian dan Dewa membacakan  memang/mantra.</p>
<p style="text-align: justify;">“Para Belian dan Dewa berkomunikasi dengan orang gaib dengan mantra  untuk mengundang mereka bahwa Erau akan digelar,” pungkasnya</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rangkaian Kegiatan Erau Pelas 7  Benua</strong></p>
<table id="wp-table-reloaded-id-4-no-1" style="text-align: justify;" border="2" cellspacing="1" cellpadding="0">
<thead>
<tr>
<th>Tanggal</th>
<th>Kegiatan</th>
<th>Tempat</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td>9 Juli 2010</td>
<td>Merangin 2  (malam)</td>
<td>Serapo Belian ( Sebelah Museum  Mulawarman)</td>
</tr>
<tr>
<td>7 Juli 2010</td>
<td>Menjamu  Benua</td>
<td>Kepala Benua, Tengah Benua, Buntut Benua</td>
</tr>
<tr>
<td>7 Juli 2010</td>
<td>Merangin 1  (malam)</td>
<td>Serapo Belian ( Sebelah Museum  Mulawarman)</td>
</tr>
<tr>
<td>4 Juli 2010</td>
<td>Upacara  Beluluh Sultan</td>
<td>Kedaton</td>
</tr>
<tr>
<td>18 Juli 2010</td>
<td>Penutupan  Erau, Mengulur Naga</td>
<td>Depan Museum Mulawarman</td>
</tr>
<tr>
<td>15 – 16 Juli 2010</td>
<td>Lomba  Perahu Motor (Ces)</td>
<td>Sungai Mahakam Depan Kantor  DPRD</td>
</tr>
<tr>
<td>14 Juli 2010</td>
<td>Lomba  Memasak Ikan</td>
<td>Depan Kantor Dinas perikanan dan  Kelautan</td>
</tr>
<tr>
<td>13 – 16 Juli 2010</td>
<td>Lomba  Tarsul, Bemamai, Tari Jepen</td>
<td>Panggung  pertunjukan Seni Depan BPR BePeDe</td>
</tr>
<tr>
<td>13 &#8211; 17 Juli 2010</td>
<td>Lomba  Olah raga Tradisional</td>
<td>Lapangan Depan Bank  Syariah Mandiri</td>
</tr>
<tr>
<td>12 -14 Juli 2010</td>
<td>Lomba  Perahu Naga</td>
<td>Sungai Mahakam Depan Kantor DPRD</td>
</tr>
<tr>
<td>11-18 Juli 2010</td>
<td>Rangkaian  Upacara Adat Erau (beluluh,Bepelas,)</td>
<td>Keraton (  Museum Mulawarman)</td>
</tr>
<tr>
<td>11-17 Juli 2010</td>
<td>Pertunjukan  Seni (Malam Hari)</td>
<td>Panggung pertunjukan Seni  Depan BPR BePeDe</td>
</tr>
<tr>
<td>11 – 18 Juli 2010</td>
<td>Lomba  Photografi The Spirit of Erau Kutai Kartanegara (Waktu Pengambilan  Photo)</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>11 – 17 Juli 2010</td>
<td>Festival  Tari Pelajar (Sore hari)</td>
<td>Panggung pertunjukan  Seni Depan BPR BePeDe</td>
</tr>
<tr>
<td>11 – 17 Juli 2010</td>
<td>Lomba  Pidato Bahasa Kutai</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>11 – 17 Juli 2010</td>
<td>Festival  Kuliner Kutai</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>11 – 17 Juli 2010</td>
<td>Erau  Expo &amp; Pasar Rakyat</td>
<td>Arena Equistrian  Komplek Stadion Madya Tenggarong Seberang</td>
</tr>
<tr>
<td>11 Juli 2010</td>
<td>Upacara  Pembukaan</td>
<td>Stadion Madya</td>
</tr>
<tr>
<td>11 Juli 2010</td>
<td>Kirab  Budaya 7 Benua (7 Kabupaten/kota wilayah adapt Kesultanan Kutai  Kartanegara Ing Martadipura : Kutai Timur, Kutai Barat, Penajam Paser  Utara, Bontang, Samarinda, Balikpapan , dan Kutai Kartanegara)</td>
<td>Stadion Madya Tenggarong Seberang</td>
</tr>
<tr>
<td>11 Juli 2010</td>
<td>Pawai kapal  Hias</td>
<td>Sepanjang Sungai Mahakam</td>
</tr>
<tr>
<td>10 Juli 2010</td>
<td>Merangin 3  (malam)</td>
<td>Serapo Belian ( Sebelah Museum  Mulawarman)</td>
</tr>
<tr>
<td>10 Juli 2010</td>
<td>Kirab  Budaya Paguyuban dan Kecamatan</td>
<td>Jalan protocol  Tenggarong</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatakaltim.com/berita/jadwal-pesta-adat-erau-tenggarong-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesta Adat Erau dibuka di Stadion Madya Tenggarong Seberang</title>
		<link>http://www.wisatakaltim.com/berita/pesta-adat-erau-dibuka-di-stadion-madya-tenggarong-seberang/</link>
		<comments>http://www.wisatakaltim.com/berita/pesta-adat-erau-dibuka-di-stadion-madya-tenggarong-seberang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 03:37:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kutai Kartanegara]]></category>
		<category><![CDATA[erau kutai kartanegara]]></category>
		<category><![CDATA[erau kutai kertanegara]]></category>
		<category><![CDATA[erau tenggarong]]></category>
		<category><![CDATA[pesta adat erau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wisatakaltim.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[Pembukaan Pesta Adat Erau di Tengarong, Kutai Kartanegara 10 &#8211; 18 Juli  2010 rencananya akan dilaksanakan di Stadion Madya Tenggarong Seberang. Ini berbeda dengan pelaksanaan pembukaan Erau sebelumnya yang dilaksanakan di Stadion Rondong Demang. Persiapan Prosesi Mengulur Naga pada pesta Adat Erau Menteri Pariwisata dan Budaya (Menparbud) Jero Wacik rencananya akan membuka langsung Pesta Adat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pembukaan <strong>Pesta Adat Erau di Tengarong</strong>,  <strong>Kutai Kartanegara</strong> 10 &#8211; 18 Juli  2010 rencananya akan dilaksanakan  di <strong>Stadion Madya Tenggarong Seberang</strong>. Ini berbeda dengan pelaksanaan  pembukaan <strong>Erau </strong>sebelumnya yang dilaksanakan di <strong>Stadion Rondong Demang</strong>.</p>
<div style="text-align: justify;">
<p><img title="Naga  Erau" src="http://i472.photobucket.com/albums/rr87/borneo2009/nagaerau-1.jpg" alt="Persiapan Prosesi Mengulur Naga pada pesta Adat Erau" width="320" height="213" /></p>
<p><strong>Persiapan Prosesi Mengulur Naga  pada pesta Adat Erau</strong></p>
</div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Menteri Pariwisata dan Budaya</strong> (Menparbud) <strong>Jero Wacik</strong> rencananya akan  membuka langsung <strong>Pesta Adat Erau </strong>yang juga dimeriahkan pergelaran  berbagai macam seni dan budaya yang melibatkan  kabupaten/kota di  Kaltim.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain melibatkan enam daerah di Kaltim yang masih memiliki kaitan  erat dengan Kesultanan Kutai, yaitu, Samarinda, Balikpapan, Bontang,  Penajam Paser Utara, Kutai Timur, dan Kutai Barat, Pesta Adat Erau di  Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) juga bakal dihadiri tiga negara  yang akan memperlihatkan atraksi seni mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Menteri Sekretaris Keraton Kukar Ing Martadipura HKAPM  Haryanto Bachroel,  ketiga negara yang datang atas undangan Pemprov  Kaltim yaitu Jepang, Belanda, dan Inggris. Ketiga negara tersebut  rencananya akan menampilkan tim kesenian yang mereka bawa dari negara  masing-masing dan diberi kesempatan untuk memperlihatkan atraksi seni  saat Erau berlangsung.</p>
<p style="text-align: justify;">Agenda Pesta Erau ini juga diisi dengan festival budaya, olahraga  tradisional, pasar rakyat, Erau Expo 2010, hingga kue gratis.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk Expo Erau, panitia menyiapkan dua buah tenda besar tertutup  yang mampu menampung 100 petak, begitu juga dengan tenda terbuka. Expo   juga akan diikuti oleh 10 provinsi di Indonesia dan telah mendaftar ke  panitia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatakaltim.com/berita/pesta-adat-erau-dibuka-di-stadion-madya-tenggarong-seberang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Burung Enggang</title>
		<link>http://www.wisatakaltim.com/sejarah/burung-enggang/</link>
		<comments>http://www.wisatakaltim.com/sejarah/burung-enggang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 03:07:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[burung enggang]]></category>
		<category><![CDATA[burung rangkong]]></category>
		<category><![CDATA[hewan kalimantan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wisatakaltim.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Burung Enggang atau Burung Rangkong (bahasa Inggris: Hornbill) adalah sejenis burung yang mempunyai paruh berbentuk tanduk sapi tetapi tanpa lingkaran. Biasanya paruhnya itu berwarna terang. Nama ilmiahnya &#8220;Buceros&#8221; merujuk pada bentuk paruh, dan memiliki arti &#8220;tanduk sapi&#8221; dalam Bahasa Yunani. Burung Enggang tergolong dalam kelompok Bucerotidae yang termasuk 57 spesies. Sembilan spesies daripadanya berasal endemik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Burung Enggang atau Burung Rangkong</strong> (bahasa Inggris: Hornbill) adalah sejenis burung yang mempunyai paruh berbentuk tanduk sapi tetapi tanpa lingkaran. Biasanya paruhnya itu berwarna terang. Nama ilmiahnya &#8220;Buceros&#8221; merujuk pada bentuk paruh, dan memiliki arti &#8220;tanduk sapi&#8221; dalam Bahasa Yunani.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Burung Enggang </strong>tergolong dalam kelompok Bucerotidae yang termasuk 57 spesies. Sembilan spesies daripadanya berasal endemik di bagian selatan Afrika. Makanannya terutama buah-buahan juga kadal, kelelawar, tikus, ular dan berbagai jenis serangga.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ciri-ciri</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika waktunya mengeram, enggang betina bertelur sampai enam biji telur putih terkurung di dalam kurungan sarang, dibuat antara lain dari kotoran dan kulit buah. Hanya terdapat satu bukaan kecil yang cukup untuk burung jantan mengulurkan makanan kepada anak burung dan burung enggang betina.</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila anak burung dan burung betina tidak lagi muat dalam sarang, burung betina akan memecahkan sarang untuk keluar dan membangun lagi dinding tersebut, dan kedua burung dewasa akan mencari makanan bagi anak-anak burung. Dalam sebagian spesies, anak-anak burung itu sendiri membangun kembali dinding yang pecah itu tanpa bantuan burung dewasa.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sebagai Lambang Budaya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam budaya Kalimantan, burung enggang (tingan) merupakan simbol &#8220;Alam Atas&#8221; yaitu alam kedewataan yang bersifat &#8220;maskulin&#8221;. Di Pulau Kalimantan, burung enggang sakti dipakai sebagai lambang daerah atau simbol organisasi seperti di lambang negeri Sarawak, lambang provinsi Kalimantan Tengah, simbol Universitas Lambung Mangkurat dan sebagainya. Burung enggang diwujudkan dalam bentuk ukiran pada Budaya Dayak, sedangkan dalam budaya Banjar, burung enggang diukir dalam bentuk tersamar (didistilir) karena Budaya Banjar tumbuh di bawah pengaruh agama Islam yang melarang adanya ukiran makhluk bernyawa.</p>
<p><img src="http://www.kidnesia.com/var/gramedia/storage/images/kidnesia/indonesiaku/propinsi/kalimantan-tengah/fauna/burung-enggang-gading/455521-2-ind-ID/Burung-Enggang-Gading_large.jpg" border="0" alt="" /><br />
<img src="http://www.kidnesia.com/var/gramedia/storage/images/media/images/enggang-gading/524618-1-ind-ID/Enggang-Gading_medium.jpg" border="0" alt="" /><br />
<img src="http://farm2.static.flickr.com/1171/853894203_59775caf5e.jpg" border="0" alt="" /><br />
<img src="http://alamendah.files.wordpress.com/2010/04/rangkong.jpg" border="0" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatakaltim.com/sejarah/burung-enggang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang Utan dan Bekantan</title>
		<link>http://www.wisatakaltim.com/berita/orang-utan-dan-bekantan/</link>
		<comments>http://www.wisatakaltim.com/berita/orang-utan-dan-bekantan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 01:16:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Fasilitas]]></category>
		<category><![CDATA[bekantan]]></category>
		<category><![CDATA[kera belanda]]></category>
		<category><![CDATA[kera hidung panjang]]></category>
		<category><![CDATA[kera nasalis]]></category>
		<category><![CDATA[keras kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[monyet bekantan]]></category>
		<category><![CDATA[monyet belanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wisatakaltim.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Bekantan atau dalam nama ilmiahnya Nasalis larvatus adalah sejenis kera berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal kera Nasalis. Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari kera lainnya adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan. Fungsi dari hidung besar pada bekantan jantan masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Bekantan </strong>atau dalam nama ilmiahnya <strong>Nasalis larvatus</strong> adalah sejenis <strong>kera  berhidung panjang</strong> dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal <strong>kera Nasalis.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari kera lainnya adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan. Fungsi dari hidung besar pada bekantan jantan masih tidak jelas, namun ini mungkin disebabkan oleh seleksi alam. Kera betina lebih memilih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya. Karena hidungnya inilah, bekantan dikenal juga sebagai <strong>monyet Belanda</strong>. Dalam bahasa Brunei (kxd) disebut bangkatan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bekantan jantan</strong> berukuran lebih besar dari betina. Ukurannya dapat mencapai 75cm dengan berat mencapai 24kg. Kera betina berukuran 60cm dengan berat 12kg. Spesies ini juga memiliki perut yang besar, sebagai hasil dari kebiasaan mengkonsumsi makanannya. Selain buah-buahan dan biji-bijian, bekantan memakan aneka daun-daunan, yang menghasilkan banyak gas pada waktu dicerna. Ini mengakibatkan efek samping yang membuat perut bekantan jadi membuncit.</p>
<p style="text-align: justify;">Bekantan tersebar dan endemik di hutan bakau, rawa dan hutan pantai di pulau Kalimantan. Spesies ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 32 kera. Bekantan juga dapat berenang dengan baik, terkadang terlihat berenang dari satu pulau ke pulau lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bekantan </strong>merupakan maskot fauna provinsi Kalimantan Selatan. Namun di Kalimantan Timur populasinya banyak di dapat juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut, serta sangat terbatasnya daerah dan populasi habitatnya, bekantan dievaluasikan sebagai Terancam Punah di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix I.</p>
<p><img src="http://alamendah.files.wordpress.com/2010/01/bekantan-jantan.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://2.bp.blogspot.com/_Vo-Ydhe1rxc/SkTWTq-pkVI/AAAAAAAAADc/-5D_zdcYEs8/s400/orangutan+kalimantan_nationalgeographic.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.lablink.or.id/Env/Satwa/rangutan.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://2.bp.blogspot.com/_ftgK6cPegQI/S7L56K4dWjI/AAAAAAAAAFg/ZiJHkLGoOJk/s1600/bekantan.jpg" border="0" alt="" width="583" height="576" /></p>
<p><img src="http://www.wildencounters.net/weblog/wp-content/uploads/2009/09/Black-Handed-Gibbon-in-rainforest-swinging-from-tree-Tanjung-Puting-Kalimantan-Indonesia.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p>sumber wikipedia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatakaltim.com/berita/orang-utan-dan-bekantan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beruang Madu Balikpapan</title>
		<link>http://www.wisatakaltim.com/tempat-wisata/balikpapan/beruang-madu-balikpapan-2/</link>
		<comments>http://www.wisatakaltim.com/tempat-wisata/balikpapan/beruang-madu-balikpapan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 03:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balikpapan]]></category>
		<category><![CDATA[beruang balikpapan]]></category>
		<category><![CDATA[beruang madu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wisatakaltim.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Beruang madu adalah binatang omnivora yang memakan apa saja di hutan. Mereka memakan aneka buah-buahan dan tanaman hutan hujan tropis, termasuk juga tunas tanaman jenis palem. Mereka juga memakan serangga, madu, burung, dan binatang kecil lainnya. Apabila beruang madu memakan buah, biji ditelan utuh, sehingga tidak rusak, setelah buang air besar, biji yang ada di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Beruang madu</strong> adalah binatang omnivora  yang memakan apa saja di hutan. Mereka memakan aneka buah-buahan dan tanaman hutan hujan tropis, termasuk juga tunas tanaman jenis palem. Mereka juga memakan serangga, madu, burung, dan binatang kecil lainnya. Apabila <strong>beruang madu</strong> memakan buah, biji ditelan utuh, sehingga tidak rusak, setelah buang air besar, biji yang ada di dalam kotoran mulai tumbuh sehingga beruang madu mempunyai peran yang sangat penting sebagai penyebar tumbuhan buah berbiji besar seperti cempedak, durian, lahung, kerantungan dan banyak jenis lain. Pada wilayah yang telah diganggu oleh manusia, mereka akan merusak lahan pertanian, menghancurkan pisang, pepaya atau tanaman kebun lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://oleholehkampueng.files.wordpress.com/2009/06/450437756_a9f42eccd7.jpg" border="0" alt="" /><br />
<img src="http://denmasrul.com/wp-content/uploads/2009/01/beruang-madu-krus-224x300.jpg" border="0" alt="" /><br />
<img src="http://mardian1987islam.files.wordpress.com/2008/07/beruang21.jpg" border="0" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatakaltim.com/tempat-wisata/balikpapan/beruang-madu-balikpapan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ANGGREK HITAM (Black Orchid) Kalimantan</title>
		<link>http://www.wisatakaltim.com/fasilitas/anggrek-hitam-black-orchid-kalimantan/</link>
		<comments>http://www.wisatakaltim.com/fasilitas/anggrek-hitam-black-orchid-kalimantan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2010 02:53:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fasilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Kutai Barat]]></category>
		<category><![CDATA[anggrek hitam]]></category>
		<category><![CDATA[anggrek kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[anggrek kubar]]></category>
		<category><![CDATA[kresik luway]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wisatakaltim.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) adalah spesies anggrek yang hanya tumbuh di pulau Kalimantan. Anggrek hitam adalah maskot flora provinsi Kalimantan Timur. Saat ini, habitat asli anggrek hitam mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena semakin menyusutnya luas hutan di Kalimantan namun masih bisa ditemukan di cagar alam Kersik Luway dalam jumlah yang sedikit. Diperkirakan jumlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Anggrek hitam (Coelogyne pandurata)</strong> adalah spesies <strong>anggrek </strong>yang hanya tumbuh di pulau <strong>Kalimantan</strong>. <strong>Anggrek hitam</strong> adalah maskot flora provinsi Kalimantan Timur. Saat ini, habitat asli <strong>anggrek hitam</strong> mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena semakin menyusutnya luas hutan di Kalimantan namun masih bisa ditemukan di cagar alam <strong>Kersik Luway</strong> dalam jumlah yang sedikit. Diperkirakan jumlah yang lebih banyak berada di tangan para kolektor anggrek.</p>
<p style="text-align: justify;">Dinamakan anggrek hitam karena anggrek ini memiliki lidah (labellum)  berwarna hitam dengan sedikit garis-garis berwarna hijau dan berbulu. Sepal dan petal berwarna hijau muda. Bunganya cukup harum semerbak dan biasa mekar pada bulan Maret hingga Juni.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Anggrek hitam</strong> termasuk dalam anggrek golongan simpodial dengan bentuk bulb membengkak pada bagian bawah dan daun terjulur di atasnya. Setiap bulb hanya memiliki dua lembar daun saja. Daunnya sendiri sekilas mirip seperti daun pada tunas kelapa.</p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://www.bksdakaltim.dephut.go.id/gambar/anggrek%20jarot.jpg" border="0" alt="" width="589" height="442" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://mepow.files.wordpress.com/2009/06/img0063.jpg" border="0" alt="" width="540" height="405" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1270/533788043_700e809641.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://pics.davesgarden.com/pics/2005/12/16/timrann/9cd401.jpg" border="0" alt="" width="465" height="348" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://www.alertbutnotalarmed.com/images/photos/brief_orchid.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a389/drorchid/PaphrothschildianumBorneoDark-1.jpg" border="0" alt="" width="533" height="426" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2649/3703319195_989724ed63.jpg" border="0" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatakaltim.com/fasilitas/anggrek-hitam-black-orchid-kalimantan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hutan Kalimantan</title>
		<link>http://www.wisatakaltim.com/berita/hutan-kalimantan/</link>
		<comments>http://www.wisatakaltim.com/berita/hutan-kalimantan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 02:53:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[hutan basah]]></category>
		<category><![CDATA[hutan kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[hutan tropis kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[kayu kalimantan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wisatakaltim.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Kalimantan adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah utara Pulau Jawa dan di sebelah Barat Pulau Sulawesi. Terbagi menjadi wilayah Brunei, Indonesia dan Malaysia. Dahulu nama pulau terbesar ketiga di dunia ini adalah Warunadwipa yang artinya Pulau Dewa Laut. Seringkali pulau ini secara keseluruhan disebut Borneo sedangkan wilayah Indonesia disebut Kalimantan, lalu wilayah Malaysia disebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Kalimantan </strong>adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah utara Pulau Jawa dan di sebelah Barat Pulau Sulawesi. Terbagi menjadi wilayah Brunei, Indonesia  dan Malaysia.</p>
<p style="text-align: justify;">Dahulu nama pulau terbesar ketiga di dunia ini adalah Warunadwipa yang artinya Pulau Dewa Laut. Seringkali pulau ini secara keseluruhan disebut <strong>Borneo </strong>sedangkan wilayah Indonesia disebut <strong>Kalimantan</strong>, lalu wilayah Malaysia disebut Sarawak dan Sabah. Selain itu ada pula kesultanan Brunei. Pada zaman dahulu, <strong>Borneo </strong>adalah nama yang dipakai oleh kolonial Inggris dan Belanda, sedangkan nama pulau Kalimantan digunakan oleh penduduk Indonesia. Dalam bahasa Indonesia dahulu, Kalimantan Utara adalah sebutan untuk <strong>Borneo Utara</strong> (Sabah), tetapi dalam pengertian sekarang Kalimantan Utara adalah <strong>Kalimantan Timur</strong> bagian utara. Jadi dalam arti luas Kalimantan meliputi seluruh pulau Borneo, sedangkan dalam arti sempit Kalimantan hanya mengacu pada wilayah Indonesia.</p>
<p><img src="http://i50.tinypic.com/rbds2f.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2764/4117092237_8aaf8f5db1_b.jpg" border="0" alt="" width="590" height="786" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2591/4192207921_9f97fe9c0d.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.climatechange.gov.au/about/accountability/annual-reports/annual-report-0809/report-on-performance/%7E/media/Images/about/annual-report0809/Kalimantan2.ashx?w=600&amp;h=400&amp;as=1" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://i4.photobucket.com/albums/y144/co_Kasukabe/Fotografi/Boat.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://gogirlmagz.com/beta/uploads/images/Hutan%20Kalimantan%20dengan%20hutan%20Amazon%20copy.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.climatechange.gov.au/about/accountability/annual-reports/annual-report-0809/report-on-performance/%7E/media/Images/about/annual-report0809/Kalimantan2.ashx?w=600&amp;h=400&amp;as=1" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.tropicalforestgroup.org/images/project_images/borneo_forest.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://bendingearth.files.wordpress.com/2009/05/forest.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.ngurahpradnyana.com/wp-content/uploads/2009/12/IMG_7755.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://photography.nationalgeographic.com/staticfiles/NGS/Shared/StaticFiles/Photography/Images/POD/m/mist-forest-laman-63300-sw.jpg" border="0" alt="" width="630" height="472" /></p>
<p>sumber wikipedia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatakaltim.com/berita/hutan-kalimantan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Derawan Masuk Obyek Wisata Selam Nomor Empat Indonesia</title>
		<link>http://www.wisatakaltim.com/tempat-wisata/pulau-derawan-masuk-obyek-wisata-selam-nomor-empat-indonesia/</link>
		<comments>http://www.wisatakaltim.com/tempat-wisata/pulau-derawan-masuk-obyek-wisata-selam-nomor-empat-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 06:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berau]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[obyek wisata selam]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Derawan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata bawah air]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wisatakaltim.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Pulau Derawan di Kabupaten Berau masuk dalam urutan empat wisata bawah air atau wisata selam di Indonesia mengalahkan Taman Laut Bunaken di Sulawesi  Utara. Demikian dikatakan Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak kepada setiap tamu dari luar Kaltim yang berkunjung ke Kantor Gubenur. Menurut Awang Faroek, Pulau Derawan masuk obyek wisata selam nomor empat Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Pulau Derawan</strong> di  Kabupaten <strong>Berau </strong>masuk dalam urutan empat <strong>wisata bawah air</strong> atau wisata  selam di Indonesia mengalahkan <strong>Taman Laut Bunaken di Sulawesi  Utara</strong>.  Demikian dikatakan Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak kepada setiap  tamu dari luar Kaltim yang berkunjung ke Kantor Gubenur. Menurut Awang  Faroek, <strong>Pulau Derawan masuk obyek wisata selam nomor empat  Indonesia</strong> setelah Taman laut Raja Ampat di Papua, Taman laut  Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Taman Laut Bali Barat di Provinsi Bali,  Pulau Derawan dan Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara. Selain Pulau  Derawan, Awang Faroek juga mempromosikan gugusan kepulauan lainnya di  Kabupaten Berau diantaranya <strong>Pulau Kakaban dan Maratua</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">“Keindahan laut di <strong>Pulau Derawan</strong> mulai terkenal di Indonesia dan dunia. Banyak tamu asing yang telah  berkunjung dan memuji keindahan bawah laut Pulau Derawan seperti mantan  Duta Besar Amerika untuk Indonesia dan kunjungan tamu kerajaan Belgia,  Pangeran Hendry,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Gubernur mengusulkan agar setiap  kegiatan tidak harus dilaksanakan di Samarinda saja, tetapi perlu dicoba  untuk melaksanakan kegiatan di <strong>Pulau Derawan</strong>. “Cobalah  untuk mengadakan seminar atau rapat di Pulau Derawan, karena sarana dan  prasarana untuk menuju lokasi telah tersedia. Sekarang Berau sudah  dapat didarati pesawat Boeng berbadan lebar yang berangkat langsung dari  segala tujuan. Selain menyelam, jika ke Pulau Derawan, Kita dapat  berenang dengan penyu-penyu yang muncul ke permukaan,” ujarnya.</p>
<p><img src="http://i47.tinypic.com/11a956x.jpg" alt="pulau derawan" width="542" height="361" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, <strong>Kepala Dinas Kebudayaan  dan Pariwisata Provinsi Kaltim</strong>, Firminus Kunum mengatakan, untuk lebih  mempromosikan <strong>Pulau Derwan</strong> di mata Internasional, maka  pada bulan Juni mendatang akan mengadakan Festival Internasional Pulau  Derawan yang meliputi lomba menyelam, foto bawah air dan berbagai lomba  lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>sumber : vivaborneo.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wisatakaltim.com/tempat-wisata/pulau-derawan-masuk-obyek-wisata-selam-nomor-empat-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
