Danau Labuan Cermin, Objek Wisata Berau

firel | firman gunajaya | blogvrman | arenainformasi | masukberita | db-bugcheat

RASA lelah seketika hilang, meski sebelumnya harus menempuh perjalanan sejauh 250 kilometer dari Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau. Lama perjalanan 8 jam dari Tanjung Redeb itu seperti tak terasa dan langsung terobati begitu melihat kejernihan air di danau yang dikelilingi keasrian hutan mangrove yang masih terjaga.

Dasar air terlihat begitu jelas, termasuk biota air di dalamnya seperti karang dan ikan beragam jenis. Tak ketinggalan, penyu hijau juga sesekali singgah di perairan ini.
Dari dasar danau, air terlihat dangkal. Padahal sebenarnya kedalamannya bisa lebih dari 3 meter.  Keunikan lain, di bagian permukaan air terasa agak asin. Sementara di dasarnya terasa tawar. Ini karena pengaruh sumber air danau yang berasal dari bebatuan mengandung kapur.

Tak jauh dari kawasan ini terdapat pelabuhan tradisional. Ini mendukung aktivitas warga yang banyak tinggal di kawasan ini dengan mata pencaharian sebagai nelayan. Baik menangkap ikan di laut lepas, maupun dengan cara membuat bagan.

foto danau labuan cermin

Selasa (1/2) tadi, Bupati Berau Makmur HAPK dan Wakil Bupati Ahmad Rifai, masing-masing bersama istrinya dan rombongan lain, menikmati keindahan objek wisata alam ini. Menggunakan perahu kayu berpenumpang sekitar 25 orang, Kaltim Post ikut menyusuri danau ini.
Bertolak dari dermaga tradisional yang ada di muara danau, perahu menyusuri ke arah sumber air. Melintasi bawah Jembatan Labuan Cermin, perahu terus bergerak ke ujung danau, tempat air berasal. Perlu waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke lokasi tersebut. Begitu di ujung danau, terlihat kawasan masih asri, dikelilingi rerimbunan pohon. Di salah satu sudut, terlihat batang kayu yang disusun seadanya untuk istirahat sejenak.

Bupati naik ke dermaga sederhana itu, mengawasi sekeliling. Menurut penjelasan warga setempat, di balik daerah perbukitan itu, terdapat danau lagi yang jaraknya sekitar 100 meter. Kejernihannya, jelas tak usah diragukan.
Abdul Karim, pengurus Lembaga Kesejahteraan Masyarakat Labuan Cermin (Likma Lamin) berharap, di kawasan itu dilengkapi dengan penunjang objek wisata seperti papan nama, serta berharap dukungan pemerintah agar keasrian kawasan itu terus terjaga.

“Ikan di danau ini semakin banyak. Ikannya mulai berkembang-biak karena tak diganggu orang,” katanya.
Sebelumnya, selama 6 tahun Likma Lamin secara swadaya ikut mempertahankan kawasan ini agar tak diganggu orang luar. Sayangnya, objek wisata ini belum dikelola secara maksimal. Karena itu, Bupati Berau Makmur HAPK bertekad mengembangkan lokasi ini, diawali dengan menetapkan kawasan ini sebagai kawasan konservasi atau kawasan lindung. Setelah itu, akan dilengkapi sarana penunjang yang memudahkan pengunjung menikmati danau ini.

danau labuan cermin berau

Air yang konon juga menjadi tempat mandi para Raja Berau di masa lalu, juga dimanfaatkan warga sebagai sumber air bersih. Tak perlu bahan kimia, cukup siapkan pipa saja dan air bisa disedot untuk dialirkan ke rumah-rumah.
“Yang penting lingkungan mangrove-nya tetap terjaga, air ini akan selalu jernih,” kata Makmur.
Pekan depan, mantan Putri Indonesia Nadine Chandrawinata juga dijadwalkan berkunjung ke lokasi tersebut. Tujuannya untuk ikut mempromosikan objek wisata ini secara nasional. Nadine kemungkinan akan melakukan penyelaman di kawasan danau tersebut.

Untuk menuju lokasi ini, dari Tanjung Redeb harus menggunakan angkutan pedesaan atau mobil carter ke arah Selatan. Daerah yang dilalui antara lain Tabalar, Biatan, Talisayan dan Batu Putih. Setelah itu barulah tiba di Biduk-biduk. Tak usah memikirkan perjalanan yang begitu panjang. Karena setelah melihat langsung lokasi ini, keindahannya akan “membayar” rasa capek.

Tak jauh dari lokasi ini, penikmat wisata juga bisa mengunjungi pantai Teluk Sulaiman, yang tak kalah indah dengan Pulau Derawan. Kawasan itu juga terus ditingkatkan fasilitasnya sebagai daerah kunjungan wisata alternatif. (sumber kaltimpost)


You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Danau Labuan Cermin, Objek Wisata Berau”

  1. Edno says:

    Saat ini ada rencana akan penyusunan amdal Kebun Sawit di sekitar Labuan Cermin, Apabila ini benar terjadi maka dampak terhadap labuan cermin akan sangat besar karena akan terjadi erosi yang mengalir ke danau labuan cermin. lihat berita Kaltim post tgl 7 september 2012. Halaman 5

Leave a Reply