Pulau Derawan di Kabupaten Berau terus dipromosikan sebagai obyek penyelaman baru di Indonesia mengalahkan Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara. Demikian dikatakan Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak saat Dialog memperingati Hari Nusantara di TVRI Stasiun Jakarta .
Awang Faroek yang menjadi pembicara bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Mohammad, menjelaskan bahwa Pulau Derawan menempati urutan ke empat setelah Taman laut Raja Ampat di Papua, Taman laut Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Taman Laut Bali Barat di Provinsi Bali. Bahkan, Pulau Derawan mengalahkan Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara yang menempati urutanke lima nasional.
“Keindahan laut di Pulau Derawan mulai terkenal di Indonesia, bahkan di mancanegara. Banyak tamu asing yang telah berkunjung dan memuji keindahan bawah laut Pulau Derawan seperti mantan Duta Besar Amerika untuk Indonesia dan kunjungan tamu kerajaan Belgia, Pangeran Hendry,” ujarnya.

Untuk mencapai Kabupaten Berau, kini bukanlah hal yang sulit karena telah dapat menggunakan pesawat terbang dengan tujuan Bandara Kalimarau, kemudian perjalanan diteruskan menuju dermaga laut dan menggunakan kapal jenis speed boat selama 2-3 jam untuk menuju Pulau Derawan.
“Sekarang di Berau sudah dapat didarati pesawat Boeng berbadan lebar yang berangkat langsung dari segala tujuan. Selain menyelam, jika ke Pulau Derawan, Kita dapat berenang dengan penyu-penyu yang muncul ke permukaan. Selain Pulau Derawan, juga terdapat gugusan kepulauan lainnya di Kabupaten Berau diantaranya Pulau Sangalaki, Kakaban dan Maratua yang tidak kalah menarik dari Pulau Derawan,”ujarnya.
Pulau Sangalaki misalnya, mempunyai populasi ikan pari biru (Manta Rays) yang unik, yang lebarnya dapat mencapai 3,5 meter. Kalau beruntung, dapat dijumpai ikan pari hitam dengan lebar 6 meter. Sedangkan di Pulau Kakaban mempunyai keunikan berupa Danau Prasejarah, yang ada di tengah laut, satu-satunya ada di Asia dan dihuni oleh ubur-ubur.
Untuk akomodasi, pengunjung tidak perlu khawatir karena di Pulau Derawan terdapat cottage dengan pengelolaan dan pelayanan sekelas hotel. Bagi yang tidak menginginkan bermalam di cottage, dapat memanfaatkan rumah-rumah penduduk yang difungsikan sebagai “home stay” dengan biaya sangat murah. (sumber vivaborneo.com)








February 8th, 2011
wisata
Posted in
Tags: 

