Produk kreatif etnik Kaltim menjadi yang terbaik dalam gelaran fahison show dalam rangkaian Peringatan Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), di Jakarta. Modifikasi pakaian adat Dayak Lundayeh dari Kabupaten Malinau yang menjadi Wakil Kaltim menyisihkan produk sejenis dari 32 provinsi di Indonesia .“Ini bukti bahwa Kaltim memiliki potensi yang luar biasa. Produk pakaian khas Kaltim, ternyata bisa jadi yang terbaik di tingkat nasional. Tentu ini prospek yang sangat menarik,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, HM Djailani.
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltim, dipimpin ketuanya, Hj. Amelia Suharni Faroek, pada ajang ini menampilkan pakaian adat Dayak Lundayeh dari Kabupaten Malinau yang diperagakan oleh salah seorang mahasiswi asal Kabupaten Malinau yang saat ini masih menempuh studi di Universitas Mulawarman, Carolline Christie.

Motif yang ditampilkan adalah pakaian khas suku Dayak Lundayeh berbahan kulit kayu dengan modifikasi manik Kaltim. Dalam lomba peragaan busana tersebut, Kaltim mengalahkan Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua Dekranasda Kaltim, Hj Amelia Suharni Faroek didampingi Hj Rita Ratina Lambrie mengatakan momentum ini hendaknya dapat memacu motivasi para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Kaltim untuk lebih bersemangat dan yakin, bahwa produk kerajinan Kaltim, ternyata punya potensi yang sangat besar jika dikelola lebih baik.
Cukup beralasan menurut Hj Amelia Suharni Faroek, sebab produk Kaltim memiliki berbagai ciri khas yang ternyata tidak dimiliki daerah-daerah lain yaitu pakaian berbahan kulit kayu dengan pernak pernik manik-manik khas Kaltim.
“Kita patut berbangga karena Kaltim mampu menjadi yang terbaik di Indonesia . Lebih dari itu, seharusnya para pelaku UKM di Kaltim harus mampu menangkap peluang dari potensi ini demi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Amelia Faroek.
*Foto: hanya ilustrasi


September 1st, 2011
wisata
Posted in
Tags: