Wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Derawan dan pulau lainnya, sering dihadapkan pada angkutan laut. Hal ini yang membuat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), merealisasikan pengoperasian kapal wisata. Saat ini, masih dalam tahap pengerjaan.
Menurut Kepala Disparbud Berau Rusdiani, kapal yang dibangun dengan dana APBD sekitar Rp 400 juta itu, pembuatannya yang dilakukan melalui lelang tersebut, dibangun oleh para pembuat perahu asal Kampung Bira, Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Namun, pengerjaan kapal dilakukan di Tanjung Redeb, dengan menggunakan bahan-bahan lokal.
Saat ini, kata Rusdiani, kapal tersebut dalam tahap mendekati rampung, tinggal penghalusan serta pengecatan badan kapal.”Kalau hasil peninjauan terakhir, kemungkinan kondisinya sudah di atas 85 persen,”kata Rusdiani.
Kapal ini, memang kami buat untuk kepentingan promosi dan kunjungan wisata ke Pulau Derawan.
Menurutnya, pembuatan kapal tersebut tidak ingin mematikan usaha serupa yang diusakan oleh masyarakat, khususnya usaha angkutan perahu cepat di Pelabuhan Tanjung Batu. Namun, kapal yang belum diberikan nama, hanyalah mendukung angkutan yang ada di Tanjung Batu menuju Derawan.
Gagasan lainnya bahwa sering wisatawan ingin menyaksikan keindahan pulau lainnya, seperti Kakaban, Sangalaki dan Derawan. Namun, persoalannya, minimnya sarana angkutan yang bisa mengangkut penumpang dalam jumlah banyak. ”Inilah fungsi kapal yang daya muat sekitar 50 orang, untuk membawa wisatawan berkeliling pulau,”ungkapnya.
Yang belum disepakati, adalah siapakah yang akan mengoperasikan kapal tersebut, bila selesai kelak. Memang ada tawaran dari pusat pengembangan olahraga air untuk mengoperasikan. Namun, ada juga kelompok masyarakat pulau yang siap untuk menangani kapal tersebut.”untuk urusan itu, nanti bupati bersama dewan yang menentukan, mana yang terbaik dan mampu memelihara serta mengoperasikan kapal tersebut,”tambahnya.
Termasuk, bagaimana soal tarif. Memang ada harapan untuk mengoperasikan secara cuma-cuma kepada wisatawan, namun, untuk urusan teknis, kembali menjadi kebijakan pemkab. Sebab, itu menyangkut dukungan dana operasional juga. Ia beharap dengan beroperasinya kapal wisata tersebut, bisa memberikan wawasan baru kepada masyarakat.
Khususnya yang belum mengunjungi pulau lainnya, selain Derawan. Ini juga sebagai bentuk promosi, agar wisata bahari Derawan semakin dikenal. sumber tribun kaltim








December 2nd, 2010
wisata
Posted in
Tags: 

