Jika Bupati dan Walikota di Kaltim Komitmen, Pariwisata Kaltim akan maju

firel | firman gunajaya | blogvrman | arenainformasi | masukberita | db-bugcheat

erau

Gubernur Kaltim Dr H  Awang Faroek Ishak mengatakan, “Dalam pelaksanaan even pariwisata di masing-masing daerah hendaknya digalakkan dan  minimal  satu kali setiap tahun. Sehingga, melalui ajang kepariwisataannya maka daerah  tersebut akan dikenal baik dalam maupun luar daerah bahkan mancanegara, misalnya Erau di Kutai Kartanegara, Irau di Berau, Festival Mahakam di Samarinda maupun  even kabupaten dan kota lainnya,”.

Untuk itu dalam upaya menggairahkan dan memajukan dunia pariwisata di Kaltim, khususnya dalam mensukseskan Visit Kaltim 2011. Maka, diperlukan partisipasi dan  komitmen para bupati dan walikota dengan melaksanakan even kepariwisataan, baik yang berskala daerah maupun nasional.

Oleh karena, seluruh kabupaten dan kota  harus bisa mengembangkan obyek wisata yang dimilikinya.  Disertai dengan peningkatan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) disekitar obyek wisata, sehingga  dapat menjadi motivasi dan menarik para  pengunjung wisata.

Menurut Awang Faroek,  obyek wisata yang dimiliki setiap daerah dapat diperkenalkan melalui even pariwisata yang diselenggarakan walaupun itu sekali setahun digelar. Tetapi efeknya selain memperkenalkan obyek-obyek pariwisata yang dimiliki, juga berimbas pada  meningkatkan perekonomian masyarakat.

Apalagi ujarnya, Kalimantan Timur dengan 14 kabupaten dan kotanya memiliki kekhasan serta keberagaman seni dan budayanya. Sehingga ini merupakan salah satu peluang daerah untuk mengembangkannya.

Bahkan, melalui sektor ini akan mampu membuka peluang usaha atau kesempatan kerja bagi masyarakatnya. Selain, akan beimbas pada peningkatan pendapata asli daerah dari sektor kepariwisataan.

“Pengembangan sektor kepariwisataan di daerah akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan pendapatan daerah melalui pemberdayaan sumber daya wisata dan masyarakatnya,” jelasnya.

Namun yang terpenting saat ini adalah pemerintah daerah harus memiliki komitmen yang kuat untuk membenahi infrastruktur kepariwisataan. Jalan-jalan maupun jalur menuju objek wisata, serta  sarana dan prasarana transportasinya harus dibenahi.

“Peningkatan dunia periwisataan di Kaltim tidak terlepas dengan ketersediaan  sarana dan prasarana, serta jalur transportasi yang mendukung ke objek-objek wisata di daerah-daerah yang terkoneksi secara baik. Sehingga ketersediaan dan didukung pelayanan yang dilakukan pengelola wisata sangat berpengaruh terhadap para wisatawan yang berkunjung. (vb/mas)


You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply