Turunnya dua replika naga dari Museum Mulawarman untuk dilabuh di Kutai Lama, Anggana atau biasa disebut Ngulur Naga. Festival seni dan budaya tahunan (Erau) ini ditutup Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy, di Museum Mulawarman Tenggarong Minggu (10/7). Selain kerabat Kesultanan Kutai dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kukar, penutupan Erau juga dihadiri Walikota Bontang dan Wakil Walikota Samarinda. Dalam sambutannya Farid mengatakan Erau bukan hanya sekedar ungkapan rasa syukur dan mempererat persatuan, tapi juga sebagai usaha pelestarian dan pengembangan adat istiadat.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari mengatakan turunnya replika naga dan dilabuh ke Kutai Lama menandai berakhirnya penyelenggaraan Festival Erau dengan yang telah berlangsung selama sepekan, 3 hingga 10 Juli 2011.
“Erau ini juga merupakan salah satu event untuk menyukseskan program tahun kunjungan wisata Kaltim khususnya Kukar,” ujarnya di hadapan ribuan warga dan pengunjung.
Menurut Rita, Pemerintah Kukar akan selalu melakukan inovasi dalam upaya pengembangan kepariwisataan di Kukar. Penyediaan sarana dan prasarana pendukung sangat mutlak dibutuhkan, sehingga wisatawan suka datang ke Kukar baik dalam rangka mempelajari keunikan dan keanekaragaman Kutai yaitu dari sisi riset pengembangan maupun dari entertainment.
“Pemerintah Kukar selalu komitmen untuk menjadikan Kota Tenggarong sebagai salah satu kota tujuan wisata yang terkenal, tidak saja di Indonesia namun juga sampai ke mancanegara, seperti kota-kota lain di Indonesia dengan terus mengembangkan potensi keprawisataan yang dimiliki,” ujar Rita lagi.








July 11th, 2011
wisata
Posted in
Tags: 

