Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim Gencarkan Promosi Pulau Derawan

firel | firman gunajaya | blogvrman | arenainformasi | masukberita | db-bugcheat

Gebrakan akan dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kaltim untuk menyukseskan promosi pariwisata benua etam. Selain memperkuat sinergi dengan kabupaten/kota, Disbudpar juga akan melihat peluang untuk menarik wisatawan internasional melalui  jejaring nasional dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

“Wisatawan manca negara lebih banyak mengenal Bali dan sebagian daerah di Jawa dan Sumatera. Padahal Kaltim memiliki potensi pariwisata yang sangat luar biasa, salah satunya wisata di pulau Derawan dan pulau-pulau di sekitarnya,”  kata Achmad Adha.

penyu derawan

Achmad Adha mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemkab dan instansi tehnis terkait kepariwisataan di Kabupaten Berau sebelum melakukan komunikasi ke Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata untuk menarik kemungkinan kedatangan kapal pesiar internasional ke sejumlah pulau di sekitar Pulau Derawan.  Meski diakuinya tidak mudah, ia  yakin hal tersebut dapat dilakukan.

Banyak manfaat yang dapat diperoleh jika hal tersebut dapat diwujudkan. Keindahan Pulau Derawan dan keindahan bawah laut yang ada di sekitarnya, diyakini akan membius kegairahan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Kaltim.

“Secara teknis, Pemkab Berau tentu lebih mengetahui potensi dan keunggulan Pulau Derawan. Sebab itu, kami akan melakukan komunikasi lebih intensif agar informasi tentang keindahan wisata Pulau Derawan bisa terpublikasi lebih luas,” paparnya.

Selain menggiatkan komunikasi dengan pusat untuk menarik wisatawan ke Kaltim, Achmad Adha menyebutkan segera menyiapkan Badan Pengelola Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim yang akan diisi para tokoh budaya dan seni, serta para pelaku usaha yang bersentuhan langsung dengan kebudayaan dan keparwisataan.

Promosi budaya dan pariwisata Kaltim juga akan dikuatkan dengan kelengkapan data tehnis tentang potensi wisata Kaltim, termasuk pemutakhiran informasi budaya dan pariwisata Kaltim melalui fasilitas jejaring internet. (sumber vivaborneo.com)


You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Responses to “Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim Gencarkan Promosi Pulau Derawan”

  1. turatea says:

    Gebrakan yang akan dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata harus di dukung tuhh oleh semua pihak

  2. Wahyu prokal says:

    Berau Ga hanya punya Pulau derawan sebagai salah satu objek wisata yang bisa dikembangkan… di wilayah Kecamatan Kelay khususnya Kampung Merasa juga memiliki potensi alam yang bisa dikembangkan untuk menjadi Objek Wisata Alam, selain Air Terjun BAWAN BATU, masih banyak lagi tempat2 yang menarik dengan menyusuri aliran sungai Kelay dapat melihat adanya GOA TEMBAKAU, BATU KAPEN/PERAHU, BATU TEMBAK, BATU ANJING yang bisa dikenalkan pada para wisatawan, keindahan tebing2 batu pun dapat dijadikan salah satu aset yang dapat digunakan para pecinta alam khusunya FPTI, selain itu kehidupan masyarakat asli suku dayak pun masih di lestarikan di Kampung ini.

  3. wahyu says:

    Benar Banget tuh, Wisata emang jadi salah satu aset devisa bagi daerah, mari kita dukung sama-sama program Dinas Pariwisata,tapi ingat, Berau ga hanya punya Pulau derawan yang bisa kita jadikan Objekj Wisata, melainkan masih banyak tempat – tempat lain yang bisa kita promosikan,seperti di Kecamatan Kelay Khusunya di Kampung Merasa, ada Wisata Alam yang oke, bahkan ada Lembaga asing yang udah ngecek kesana dan mereka sangat tertarik untuk mengembangkannya, sayang sekali jika Kesempatan ini di ambil dan di kelola oleh swasta, sebab selain tempat-tempatnya menarik juga mengandung unsur cerita rakyat penduduk setempat ( Suku Dayak )

  4. defsambaliung says:

    Saya sangat setuju dan support dengan promosi buat wisata di Berau karena kota Sanggam memiliki banyak potensi wisata yang mungkin belum diketahui orang.Tapi sangat disayangkan dalam buku “SEJARAH RAJA-RAJA BERAU” si AJI RAHMATSYAH(anak si TUPAI) menyusunnya banyak kebohongan.Memang wajarlah kalo yang nyusun orang Gunung Tabur karena inti dari buku itu sendiri hanya ingin membesarkan nama AJI RADEN AYOEB sementara tulisannya tentang RAJA ALAM & KESULTANAN SAMBALIUNG dalam buku tersebut disalah-salahkan padahal hanya mencontek tapi isinya diplintir.Kalo ingin menyusun buku jangan libatkan Sambaliung kalo hanya ingin mendiskreditkan.Karena dengan buku sejarah kita tidak boleh sembarangan apalagi cuma mau cari muka.

Leave a Reply